Karma/?

Kalau alam sudah bertindak,

aku bisa apa?

alam yang menentukan,

aku hanya korban

 

sudah kubilang,

alam tidak ingkar janji

alam telah menyaksikan

lalu mengembalikan

apa yang seharusnya aku dapatkan

 

Alam terlihat kejam

begitu juga kamu,

aku hanya mengadu pada-Nya

tidak minta hal hal buruk, terjadi padamu

 

Jika nanti terjadi sesuatu,

itu brarti ulah alam

yang sudah tidak tahan, dengan sikapmu

 

Ya,

Orang menyebutnya karma

ia bisa datang kapan saja,

di waktu yang tak terduga

di tempat yang biasa, atau luar biasa

bisa datang kepadamu, atau anakmu

 

Satu pesanku: butuh 10 detik untukmu menjadi bajingan, butuh 10 tahun untukku memberi kata maaf

Advertisements

Bintang, jangan pergi

Selamat malam, bintang. Aku selalu tau dimana kamu, karna warnamu tidak pernah berubah. Orange, hampir merah. Seperti yg selalu aku katakan “lihat! Bintang merah!” dan yg selalu ia katakan “oh iya!” atau “itu bukan bintang merah”. Tanganku terbiasa mencoba meraih-Mu tiap kali malam tiba. Jika ia ada, biasanya ia mengambil tanganku “hush jangan tunjuk-tunjuk” begitu katanya.

Mencari-Mu cukup mudah, karna kamu selalu berada di arah timur. Kali ini aku kembali mencoba meraih-Mu. Kali ini tidak ada yang mengambil tanganku. Kali ini aku bisa berlama lama menyapa-Mu. Kali ini aku tidak mengatakan “lihat! Bintang merah!” Kali ini aku hanya diam, memandangmu dengan sisa senyum yg ku punya.

Kali ini bulan kelihatan begitu dekat dengan bintang merah. Aku iri, karena pada nyatanya bulan begitu jauh dengan bintang merah.

Aku menganggapnya seperti bintang merah. Yang selalu ada saat bintang-bintang lainnya bersembunyi. Yang paling terlihat diantara yang lain. Yang paling berbeda dengan keindahannya sendiri.

Tapi ternyata itu hanya imajinasi. Ternyata ia memilih pergi. Bahkan tanpa kata permisi. Andai saja ia mengerti. Aku masih disini, menunggu dengan senang hati, mendoakan yang terbaik.

Kalau kamu membaca ini, sapa bintang merah ya tiap malam!:)

Karna disitu, aku sedang berbincang dengan merah!
Kamu baik baik terus yaaa :))

Pesan dari langit

Yang kau tinggalkan kini tak tau arah. Mau makan pun tubuh membantah. Sudah kesekian kalinya mencari sumur pelepas resah. Sepertinya ini sumur ke lima puluh lima. Ku usapkan berkali kali, dengan harap derita berhenti. Ya, aku bahagia tapi hanya sementara.

Saat purnama hadir menyapa, aku mulai tersiksa. Saat bintang memanggil, hey kemari, aku kembali menangis. Kapan ini bisa berakhir? Tiap malam aku terus mengadu, sambil tersedu-sedu, di pangkuan bumi aku meronta, dihadapan langit aku berdoa, kenapa harus aku?

Angin malam memelukku erat, rasanya begitu hangat, ia berbisik: yang bisa kami lakukan hanya menghibur dan mendengarkan. Perihal kapan kamu sembuh, kamu sendiri yang menentukan. Melupakan memang susah, tapi kamu hidup untuk banyak orang, bukan satu. Setau kami, kamu kuat.

Salahku apa? Aku pernah berbuat apa? Aku pernah melakukan apa? Beritahu aku. Agar aku bisa perbaiki. Bukan begini cara kamu memperlakukan manusia. Langit telah menjadi saksi, alam mendengar dan melihat. Tidak adakah sedikit ketakutan dalam dirimu?

Semalam angin kembali berbisik: biar kami yang membalasnya.